Tuesday, April 16, 2013

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing 2


Beberapa waktu yang lalu saya telah mengangkat mengenai puluhan brand asli Indonesia yang sering dianggap brand asing, sebagai akibat dari pemakaian brand yang memang berkarateristik luar negeri sebagai upaya produsen untuk mengatasi persepsi masyarakat yang selalu menganggap produk dari luar negeri selalu lebih baik daripada produk asli Indonesia. Atas respon dari beberapa pembaca yang dikirimkan lewat email dan sms, saya baru mengetahui ternyata masih ada banyak lagi brand-brand Indonesia lain yang sering kita anggap sebagai brand luar asing, berikut ini beberapa diantaranya.

1. Bagteria

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Bagteria merupakan salah satu brand tas asal Indonesia. Produk mereka bahkan banyak dipakai oleh sebritis dunia seperti Paris Hilton dan Emma Thompson. Produk handmade karya duo Nancy Go dan Irene Ng ini bahkan sempat ingin dibeli oleh salah satu label Italia untuk dirubah brandx. Saat ini produk mereka telah merambah kota-kota mode dunia seperti Paris, Milan, London dan New York.

2. Krisbow

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Setelah sukses menggarap Ace Hardware, Grup Kawan Lama lalu memperbesar jaringan usahanya dengan membuat brand atas poroduk mereka sendiri yaitu Krisbow. Krisbow merupakan brand perkakas yang memfokuskan pada produk perkakas berharga murah. Sayangnya dari info yang saya dapat Krisbow tidak memproduksi barangnya sendiri melainkan memesannya dari pabrik yang ada di luar negeri.

3. Peter Says Denim

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Saya termasuk orang yang paling kaget waktu tahu bahwa Peter Says Denim (PSD) adalah buatan Indonesia. Jujur saja saya lebih mengenal produk PSD dari band dan musisi luar negeri, walau kemudian ternyata banyak artis Indonesia yang memakainya saya tetap percaya PSD adalah produk luar. Tapi ternyata produk ini berasal dari Bandung dan didirikan oleh Peter Firmansyah.

4. Partner In Crimes

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Brand stu ini merupakan salah satu brand sepatu yang mendapat apresiasi di dunia internasional. Brand milik Fahrani Empel ini terkenal dengan desainnya yang rebellious. Dengar-dengar merek ini telah berhasil menembus salah satu pusat mode dunia Spanyol.

5. Hani & Robert's

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Hani & Robert's (H&R) adalah salah satu brand casual wears dan aksesoris yang cukup terkenal di Indonesia. Brand ini awalnya didirikan oleh Hani Moniaga dan Robert Widjaja sebelum kemudian dibeli oleh Tira Fashion pada 1990.

6. Rick Hanes

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Rick Hanes merupakan salah satu merk gitar terbaik dunia. Bahkan produknya berhasil menyabet juara satu sampai tiga Guitar of The Years 2012 versi Guitar Planet. Yang membuat saya sangat tercengang adalah bahwa ternyata brand gitar ini berasal dari Indonesia dan di produksi di daerah Tambak Sawah Sidoarjo.

7. Medulla

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Medulla adalah salah satu brand furniture Indonesia yang telah go internasional. Produk-produk mereka kini telah dipasarkan di beberapa negara Eropa seperti Italia, Belanda dan Spanyol. Brand ini berada di bawah bendera usaha PT. Medulla Perkasa Indonesia.

8. Sabbatha

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Brand aksesories asal Bali ini diberi nama sesuai nama pemiliknya Sabbatha Rahzuardi. Aksesories produksi mereka terkesan eksklusif karena hanya diproduksi sebanyak sepuluh buah per item. Saat ini produk mereka telah dijual di Hawaii, Moskow, Roma, India, Spanyol dan Kuala Lumpur.

9. Ateja

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Jika anda sering menaiki mobil dengan keluaran Honda atau Toyota, anda pasti sering merasakan barang produksi dari Ateja. Brand milik PT. Ateja Multi Idustri ini memang merupakan brand dari kain pembungkus tempat duduk yang digunakan oleh kedua produsen mobil asal Jepang tersebut. Saat ini dengan bekerja sama dengan Textile Co. Ltd. yang merupakan salah satu perusahaan textile terbesar di Jepang, Brand ini mulai berusaha untuk menembus pasar internasional.

10. Achilles

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Pada awal berdirinya PT. Multistrada Arah Sarana lebih banyak memproduksi ban untuk merk-merk ternama dunia. Pada tahun 2005 barulah mereka mulai membuat brand mereka sendiri, salah satunya adalah Achilles. Saat ini lebih dari 77% produk mereka diekspor keluar negeri.

11. Hatten

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Hatten adalah salah satu merk wine terkenal yang berasal dari Bali, saya tahu produk ini sekitar sebulan yang lalu ketika ada teman yang habis berlibur di Bali memajang wine ini di rumahnya tapi saya tidak menyangka produk ini asli buatan Indonesia. Brand ini didirikan oleh I. B. Rai Budarsa dengan menggunakan anggur yang ditanam di sebuah perkebunan di Bali. Brand yang sempat memenangkan penghargaan di London pada 2003 lalu itu kini telah merambah ke beberapa negara seperti Belgia, Inggris, Belanda, Singapura dan Maladewa.

12. Accupunto

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Accupunto adalah brand berbagai macam kursi yang memasukkan unsur akupuntur dalam produknya. Brand yang dimiliki oleh Leonard Theosabrata ini memanfaatkan benjolan-benjolan pada karet yang menjadi bahan baku kursi sebagai pengganti jarum akupuntur. Untuk memperkuat sisi marketingnya brand ini menggandeng salah satu desainer produk ternama Michael Young. Saat ini produk mereka telah banyak digunakan di berbagai cafe dan restoran ternama di berbagai negara.

13. Ouval Research

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Ouval Research adalah brand yang memasarkan berbagai macam barang yang berhubungan dengan dunia skateboard. Awalnya brand yang didirikan oleh Rizki, Maskom dan Firman ini hanya memproduksi kaos, jaket, celana dan tas. Sekarang produk mereka telah menjadi lebih bervariasi, produk skateboard mereka bahkan kabarnya sukses menembus Jerman.

14. Alfalink

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Alfalink merupakan salah satu brand kamus digital yang sangat terkenal di Indonesia. Awalnya saya berfikir bahwa produk ini adalah produk dari China. Tapi ternyata brand ini asli Indonesia dan merupakan milik dari PT. Freshindo Marketama Corporation.

15. Suicide Glam

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Satu lagi produk bali yang sukses menembus pasar internasional Suicide Glam adalah brand asal Kuta yang didirikan oleh Rudolf Dethu. Ia memanfaatkan koneksinya dengan pengunjung-pengunjung yang berasal dari luar negeri untuk memuluskan langkahnya menembus pasar dunia. Saat ini produk Suicide Glam dapat ditemukan di Spanyol, Kanada, Jepang, Australia, Jerman dan Kolombia.

16. Taru Martani

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Taru Martani merupakan salah satu merk cerutu yang terkenal di dunia. Siapa sangka ternyata produk ini adalah buatan Indonesia. Brand ini berada dibawah bendera PD. Taru Martani yang berlokasi Jogja. Nama Taru Martani sendiri berasal dari kata taru atau ndaru yang berarti daun dan martani yang berarti kehidupan. Saat ini produk mereka yang legendaris telah dijual di berbagai negara di dunia termasuk Belanda, Jerman dan Amerika.

17. Equil

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Saya tidak menyangka ternyata air minum kemasan yang terkesan mewah ini ternyata berasal dari Indonesia. Brand Equil di produksi oleh PT. Equilindo Lestari yang berada di Sukabumi, Jawa Barat. Saat ini produk mereka telah dijual di Singapura, Thailand, Hongkong, Arab Saudi, Singapura dan Italia.

18. Le Monde

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Dari namanya saya pikir brand perlengkapan bayi ini berasal dari Perancis, karena kata Le Monde memang berasal dari bahasa Perancis yang berarti Dunia. Tapi ternyata brand ini berasal dari Indonesia dan dimiliki oleh Zakiah Ambadar melalui perusahaannya yang bernama PT. Lembaindo Tirta Anugrah. Produk mereka telah menyebar di berbagai kota di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Australia, Jerman dan beberapa negara Timur Tengah.

19. Zahir

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Zahir adalah sebuah brand yang bergerak dibidang piranti lunak atau software. Saya dulu mengira produk ini berasal dari negara Timur Tengah, maklum namanya mirip nama arab hehehe. Brand ini merupakan produk PT. Zahir International yang merupakan milik Fadil Fuad Basymeleh. Beberapa perusahaan besar di Eropa konon tertarik untuk mendapatkan lisensi untuk memasarkan produk Zahir di Eropa.

20. Standard

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Kalau brand yang satu ini mungkin kita semua sudah kenal. Dulu saya kira brand perlengkapan menulis ini berasal dari luar negeri juga, minimal dari Jerman atau Jepang. Pabrik mereka berada di daerah Tanggerang dengan perusahaan bernama PT. Merpati Mahkota Sarana. Saat ini produk-produk Standard telah di ekspor ke Amerika, Kanada, Meksiko dan Perancis.


NB : Untuk brand lain seperti Byon, The Sak dan Panasonic saat ini saya masih mencari kejelasan soal brand tersebut. Insyaallah jika memungkinkan akan saya tambahkan dalam tulisan ini atau mungkin jika ternyata saya menemukan masih banyak brand-brand yang lain akan saya buatkan dalam artikel seri ketiga. Jika diantara pembaca ada yang tahu brand Indonesia lainnya yang sering dianggap brand asing silahkan anda sampaikan kepada saya baik lewat komentar, email atau sms. Mari kita sebarkan virus bangga menjadi Bangsa Indonesia.


Sumber: http://tobeeinspired.blogspot.com/2013/04/brand-indonesia-yang-dianggap-asing.html#ixzz2QgW78zmu

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing 1


Sampai saat ini ada suatu anggapan di kalangan masyarakat Indonesia bahwa barang-barang buatan luar negeri selalu lebih baik dari barang buatan dalam negeri, hal ini tentu saja membuat brand asal Indonesia menjadi sulit bersaing di pasar domestik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut puluhan brand lokal berikut ini, entah secara sengaja atau tidak, menggunakan brand yang terkesan berasal dari luar negeri sehingga masyarakat Indonesia sendiri tidak tahu bahwa sebenarnya brand tersebut berasal dari Indonesia, hebatnya lagi beberapa brand tersebut kini telah sukses masuk di pasar internasional.

1. Essenza

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Essenza adalah salah satu brand keramik asal Indonesia yang cukup terkenal. Produk ini sering dianggap sebagai brand luar negeri karena nama yang diggunakan plus karena iklan mereka yang terkesan sangat profesional sehingga sangat sulit untuk mempercayai bahwa produk ini buatan Indonesia. Produk ini di produksi oleh PT. Intikeramik Alamsari Industri yang berbasis di Tangerang. Saat ini produk mereka telah dijual di 5 negara termasuk Italia yang terkenal sebagai salah satu negara penghasil keramik berkualitas.

2. Lea

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Produk jeans yang satu ini malah terkesan sangat Amerika sekali. Lihat saja logo yang mereka gunakan, terkesan mirip dengan bendera negara Amerika. Sebenarnya awalnya memang produk ini diluncurkan di Singapura pada tahun 1973 sebagai produk Amerika, hal inilah yang menyebabkan mengapa Lea menggunakan brand seperti produk Amerika. Tapi sebenarnya produk ini adalah hasil produksi PT. Lea Sanent yang asli Indonesia.

3. Tomkins

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Tomkins merupakan salah satu brand sepatu yang cukup terkenal. Mereka menyediakan berbagai jenis sepatu terutama untuk sepatu yang bertema casual dan sport. Sekilas dari namanya kita pasti mengira ini adalah produk Amerika, tetapi sebenarnya ini adalah produk Indonesia yang diproduksi oleh PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk. Pada tahun 2011 lalu brand ini berhasil memproduksi 1,9 juta pasang sepatu dengan nilai penjualan mencapai 184,39 milyar rupiah.

4. J. CO Donuts and Coffe

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
J. CO Donuts and Coffe pertama kali dibuka di Supermall Karawaci pada tahun 2005. Saat ini usaha yang dimiliki oleh Johny Andrean ini telah membuka cabang di berbagai kota di Indonesia dan beberapa negara lain seperti di Malaysia, Philipina, Singapura dan China.

5. Maspion

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Maspion merupakan salah satu produk yang sangat terkenal di Indonesia. Brand ini memfokuskan usahanya pada berbagai kebutuhan rumah tangga. Dahulu saya mengira produk ini adalah buatan China, baru setelah melihat slogan mereka yang berbunyi "Cintailah produk-produk Indonesia" saya mulai berpikir apakah produk ini buatan Indonesia, hal ini jugalah yang membuat saya akhirnya membuat artikel ini dan mencari produk-produk lain yang mungkin secara tidak sengaja kita anggap sebagai produk asing. Brand ini merupakan milik Group Maspion yang pabriknya terdapat dibeberapa kota di pulau Jawa seperti di Sidoarjo, Gresik dan Jakarta. Nama Maspion sendiri ternyata memiliki arti yang sangat nasionalis yaitu Mengajak Anda Selalu Percaya Industri Olahan Nasional.

5. Polytron

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Menilik dari namanya sekilas kita pasti menganggap bahwa produk elektronik ini berasal dari Jepang. Produk ini awalnya diproduksi pada tahun 1975 di Kudus oleh PT. Indonesian Electronic &Engineering. Pada tahun 1976 perusahaan ini berganti nama menjadi PT. Hartono Istana Elektronik, sebelum kemudian berganti nama lagi menjadi PT. Hartono Istana Teknologi setelah mengalami merger. Saat ini Polytron memiliki 2 buah pabrik yang terletak di Kudus dan Semarang.

6. Polygon

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Polygon adalah salah satu brand sepeda yang sangat terkenal di Indonesia. Soal kualitas tak ada yang meragukan kehandalan produk-produk Polygon. Produk Polygon merupakan produksi dari PT. Insera Serna yang telah berdiri sejak tahun 1989 di Sidoarjo. Saat ini sekitar 70% produk PT. Insera Serna dipasarkan untuk pasar luar negeri terutama untuk Eropa dan Asia.

7. California Fried Chicken

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Dari logo dan namanya kedai fastfood yang satu ini memang terasa sekali beraroma western. Tapi nyatanya CFC merupakan brand asli Indonesia. CFC dikelola oleh sebuah perusahaan bernama PT. Pioneerindo Gourmet Tbk yang 100% asli INdonesia dan tidak ada campur tangan asing didalamnya. Pemilihan nama CFC sendiri untuk menggambarkan kualitas ayam goreng mereka yang setara dengan produk dari Amerika.

8. Eiger

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Para pecinta alam dan penggemar aktivitas outdoor pasti tidak asing lagi dengan brand yang satu ini. Saya sendiri termasuk penggemar berat produk-produk Eiger, walau biasanya hanya bisa menikmatinya dengan melihat di toko karena harganya memang tergolong mahal. Kebanyakan orang menganggap Eiger sebagai produk asal  Eropa, hal ini mengacu pada pemilihan nama Eiger yang merupakan salah satu gunung di Swiss. Merk Eiger sendiri berada dibawah PT. Eksonindo Multi Product Industry dengan pabrik yang berada di daerah Soreang, Bandung.

9. Cocona Natural Healing

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Produk kecantikan yang satu ini katanya sangat terkenal di Indonesia, mohon maaf aya tidak tahu produk ini karena saya bukan tipe orang yang suka melakukan perawatan tubuh hehehe. Produk ini merupakan produksi PT. Trimatari Bio Persada Recovery. Saat ini produk-produk mereka telah diekspor ke Singapura, beberpa negara Eropa Timur dan Finlandia.

10. Excelso

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Selain terkenal karena produk kopi kemasannya, Excelso semakin dikenal publik lewat Excelso Cafe. Tapi justru Excelso Cafe inilah yang membuat brand ini dianggap sebagai brand asing. Sebenarnya Excelso merupakan salah satu anak perusahaan dari Kapal Api Group.

11. Buccheri

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Melihat dari namanya kebanyakan orang akan menyangka bahwa produk sepatu dan tas ini berasal dari Italia. Tapi sebenarnya produk-produk Buccheri yang telah ada sejak 1980 ini diproduksi oleh PT. Virgano Cipta Perdana.

12. Terry Palmer

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Melihat namanya, yang mirip nama bule, pasti banyak orang yang beranggapan bahwa produk ini berasal dari Eropa atau Amerika. Ternyata produk ini merupakan hasil produksi PT. Indah Jaya Handuk yang berada di Tanggerang. Handuk yang diklaim sebagai handuk paling higenis ini sekarang telah berhasil merambah pasar Jepang, Australia, Amerika dan Eropa.

13. The Executive

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Awalnya mereka menggunakan brand Executive 99, baru pada sekitar tahun 2000 mereka menggunakan brand The Executive. Brand ini terkenal dengan kualitas mereka yang baik, bahkan mereka pernah menerima ICSA (Indonesian Customer Satisfaction Award) pada tahun 2005 untuk kategori kemeja pria. Produk-produk The Executive sendiri diproduksi oleh PT. Delami Garment Industries.

14. Casablanca

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Saat kita mendengar nama Casablanca partilah yang terbayang parfum buatan luar negeri. Apalagi saat kita melihat iklan mereka yang banyak menggunakan model bertampang bule dengan logat Perancis-nya, maka semakin tertanam dalam otak kita bahwa parfum ini adalah buatan Perancis. Tetapi sebenarnya parfum ini asli Indonesia dan diproduksi oleh PT. Priskila Prima Makmur yang berada didaerah Muara Kapuk.

15. Edward Forrer

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Edward Forrer adalah sebuah perusahaan sepatu dan tas yang diberi nama sesuai dengan nama pemiliknya. Usaha yang kantor pusatnya berada di Jalan Veteran no. 44 Bandung ini kini telah menjadi salah satu bisnis waralaba yang terkenal. Beberapa gerai waralabanya berada di luar negeri seperti di Australia, Hawaii dan Malaysia.

16. Broco

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Brand ini memasarkan berbagai peralatan dan instrumen kelistrikan. Produk-produk mereka telah banyak digunakan dalam berbagai gedung termasuk hotel, perkantoran dan rumah. Produk Broco di produksi oleh Pt. Broco Mutiara electrical Industry.

17. Paseo

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Bisa jadi Paseo merupakan merk tisu yang paling terkenal di Indonesia. Produk-produk merekapun kini mulai memasuki pasar di luar negeri seperti di negara Singapura, Philipina, Australia dan Belgia. Brand tisu premium ini diproduksi oleh PT. Pindo Deli.

18. Silver Queen

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Siapa yang tidak kenal Silver Queen. Produk coklat satu ini hampir setiap hari iklannya nongol di TV. Tapi siapa sangka produk terkenal ini ternyata buatan Indonesia. Silver Queen merupakan produk dari PT. Petra Foods. Saat ini produk Silver Queen setidaknya telah dijual di 17 negara dan merupakan saingan M&M’S dalam industri coklat dunia.

19. Sophie Martin Paris

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Brand ini merupakan salah satu brand yang sukses menipu saya. Awalnya karena ada embel-embel kata Paris pada brand mereka saya menganggap produk ini benar-benar berasal dari Paris. Ternyata setelah saya telusuri produk mereka merupakan produksi dalam negeri, pemberian tambahan Paris ini dikarenakan kedua pemiliknya yang ternyata suami istri adalah seorang ekspatriat yang berasal dari Perancis yaitu Bruno Hasson dan Sophie Martin.

20. Magno

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Magno merupakan brand radio bertema klasik yang menggunakan kayu sebagai bahan bakunya. Radio ini kini telah beredar sampai ke Jepang, Amerika, Finlandia, Inggris dan Perancis. Magno merupakan hasil kreasi dari Singgih Susilo Kartono. Uniknya untuk membuat sang pemilik mempunyai ikatan dengan radionya, Singgih sengaja memfinishing radio ini dengan minyak kayu, sehingga sang pemilik harus sering merawat radio.

21. Radix Guitar

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Awalnya usaha ini hanya didasarkan pada keprihatinan Toien Bernadhie karena tidak adanya gitar profesional buatan Indonesia yang layak digunakan dalam ajang Internasional. Ia pun lalu mulai merintis usaha ini dengan memanfaatkan bahan baku yang sebagian besar berasal dari Indonesia. Saat ini pemasaran gitar ini telah mencakup beberapa negara besar di dunia seperti Inggris dan Australia.

22. GT Radial

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Saat mendengar nama GT radial mungkin kita akan mengira ini produk ban asal luar negeri. Namun saat kita melihat kepanjangan GT yaitu Gajah Tunggal kita pasti langsung tersadar bahwa ternyata ini adalah brand asal Indonesia. Saat ini PT. Gajah Tunggal selaku pemegang lisensi GT Radial telah mengekspor produknya ke sekitar 80 negara dengan nilai lebih dari 3 triliyun rupiah.

23. Hoka Hoka Bento

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Dulunya saya kira restoran ini asli dari Jepang, tapi ternyata restoran cepat saji ini asli Indonesia dan berada di bawah naungan PT. Eka Bogianti. Restoran pertama mereka berada di Kebun Kacang, Jakarta. Saat ini gerai-gerai mereka telah tersebar di berbagai kota di Indonesia.

24. V8 Sound

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
V8 Sound merupakan brand sound asli Indonesia yang diproduksi oleh PT. Tiga Bintang Nusantara. Saat ini produk mereka banyak beredar di berbagai negara di dunia. Bahkan pada sebuah event Pro-Audio terbesar di dunia, mereka mampu mencatatkan transaksi sebesar lebih dari 2 juta USD hanya dalam satu hari saja.

25. Nexian

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Saya, mungkin juga sebagian besar dari kita, pasti awalnya menganggap bahwa Nexian adalah buatan China. Namun ternyata produk Nexian merupakan produk Indonesia yang berada di bawah group Affinity. Sayangnya menurut info terakhir yang saya dapat kabarnya brand ponsel lokal pertama yang memiliki pabrik di Indonesia ini kabarnya telah di akuisisi oleh sebuah perusahaan asal Singapura Spice i2i, hal ini juga yang merupakan penyebab nama Nexian berubah menjadi S Nexian.

26. Hypermart

Brand Indonesia Yang Dianggap Brand Asing
Hypermart merupakan sebuah brand pasar swalayan yang lisensinya dipegang oleh PT. Matahari Putra Prima, dulunya bernama PT. Matahari Departemen Store. Saat ini jaringan Hypermart telah berada di berbagai kota di Indonesia dan menjadi saingan bagi swalayan-swalayan asing seperti Carrefour.


Sumber: http://tobeeinspired.blogspot.com/2013/04/brand-indonesia-yang-dianggap-brand.html#ixzz2QgVeFHEl

Friday, April 5, 2013

Great White Shark / Carcharodon carcharias

Great-White-Shark-diving-@-a-seal.jpg (640×426)
Great whites are torpedo-shaped with powerful tails that can propel them through the water at up to 15 miles (24 kilometers) per hour.

Conservation status

Scientific classification
Kingdom:Animalia
Phylum:Chordata
Class:Chondrichthyes
Subclass:Elasmobranchii
Order:Lamniformes
Family:Lamnidae
Genus:Carcharodon
A. Smith, 1838
Species:C. carcharias

The legendary great white shark is far more fearsome in our imaginations than in reality. As scientific research on these elusive predators increases, their image as mindless killing machines is beginning to fade.
Of the 100-plus annual shark attacks worldwide, fully one-third to one-half are attributable to great whites. However, most of these are not fatal, and new research finds that great whites, who are naturally curious, are "sample biting" then releasing their victims rather than preying on humans. It's not a terribly comforting distinction, but it does indicate that humans are not actually on the great white's menu.
Great whites are the largest predatory fish on Earth. They grow to an average of 15 feet (4.6 meters) in length, though specimens exceeding 20 feet (6 meters) and weighing up to 5,000 pounds (2,268 kilograms) have been recorded.
They have slate-gray upper bodies to blend in with the rocky coastal sea floor, but get their name from their universally white underbellies. They are streamlined, torpedo-shaped swimmers with powerful tails that can propel them through the water at speeds of up to 15 miles (24 kilometers) per hour. They can even leave the water completely, breaching like whales when attacking prey from underneath.
Highly adapted predators, their mouths are lined with up to 300 serrated, triangular teeth arranged in several rows, and they have an exceptional sense of smell to detect prey. They even have organs that can sense the tiny electromagnetic fields generated by animals. Their main prey items include sea lions, seals, small toothed whales, and even sea turtles, and carrion.
Found in cool, coastal waters throughout the world, there is no reliable data on the great white's population. However, scientists agree that their number are decreasing precipitously due to over-fishing and accidental catching in gill nets, among other factors, and they are listed as an endangered species.

Map

Map: Shark range
Great White Shark Range

Fast Facts

Type:
Fish
Diet:
Carnivore
Size:
15 ft (4.6 m) to more than 20 ft (6 m)
Weight:
5,000 lbs (2,268 kg) or more
Group name:
School or shoal
Protection status:
Endangered
Did you know?
Great whites can detect one drop of blood in 25 gal (100 L) of water and can sense even tiny amounts of blood in the water up to 3 mi (5 km) away.
Size relative to a bus:
Illustration: Great white shark compared with bus

Size relative to a human: 
                                                 

source : http://en.wikipedia.org/wiki/Great_white_shark and http://animals.nationalgeographic.com/animals/fish/great-white-shark/